29 08-18

Tumbuh di Panti: Dulu Dibuang, Kiki Coba Bangkit Agar Jadi Terpandang

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Program Kerja Kebutuhan

         Apalah daya yang dimiliki seorang Kiki yang masih berusia 2 tahun, untuk sekedar mengingat wajah dan alamat rumahnya. Karena setelah dibawa ke Polres Pasar Minggu, Kiki hanya menyebut rumahnya di Depok lalu langsung diserahkan pada Polres Depok untuk ditangani.

          "Setelah ditanyakan, dia (Kiki) bilang rumahnya di Depok, maka dari itu Polres Depok menyerahkan Kiki ke Polres Depok untuk investigasi lebih lanjut. Selain Polres Depok yang mencari alamat Kiki, akhirnya polres juga dibantu pula oleh Dinsos Depok untuk mencari alamatnya," kata Ferliani.

         Malang tak dapat ditanggung, sudah coba mengelilingi Depok untuk mencari alamatnya tapi tetap tidak ketemu. Karena Kiki pun memang tidak ingat dimana alamat pastinya. Dinsos Depok akhirnya menghubungi yayasan milik Ferliani untuk mengurus Kiki.

"Kami dengan senang hati menerima, mendengar cerita bagaimana anak ini bisa ke sini menambah empati saya kepada Kiki, sangat miris nasibnya. Bahkan hingga dibantu siarkan beritanya melalui media tetap tidak ada respon dari orang tuanya," papar Ferliani.

         Sejak saat itu sampai sekarang, Kiki dirawat di yayasan tersebut. Namun, kesulitan sempat dialami oleh pihaknya ketika Kiki hendak masuk sekolah dasar karena tidak ada yang tahu data diri kiki.

         Akhirnya, yayasan membuat kesepakatan dengan kepolisian dan Dinsos Depok untuk menentukan tanggal lahir dari Kiki, agar bisa masuk sekolah. Dan kita tentukan sesuai kesepakatan untuk tanggal lahir Kiki adalah 5 Desember 2008. "Saat ini Kiki sudah kelas 4 di SD Cilangkap 3," jelas dia.

         Meski masih usia 2 tahun, dulu nampak sekali guratan wajah kekecewaan Kiki saat tiba di panti asuhannya, mungkin saat itu ia paham rasanya ditinggal sendiri dengan orang yang sudah sempat ia kenal. Karena usia yang masih sangat kecil itu lah, Kiki tidak memiliki trauma yang terlalu mendalam.

         "Karena kita juga di sini tidak seperti asrama, kita memang rumah saja, dan banyak anak seumuran dia. Mungkin dia jadi tidak butuh waktu lama buat beradaptasi hingga dia pun nyaman dan serasa dengan keluarga dia sendiri, karena memang situasi dan suasananya kekeluargaan," papar Ferliani.

          Yayasan miliknya berniat untuk membantu Kiki masuk dalam sekolah sepak bola, karena memang ia memiliki minat di sana. Untuk ke depannya, ia pribadi ingin melihat Kiki sukses, agar orang tuanya dapat melihat Kiki.

 

Febrimantara/Kapilerindonesia

" class="form-control" rows="5">

         Panti asuhan kerap menjadi sebuah wadah bagi anak-anak yang sudah kehilangan ayah, ibu, atau bahkan ayah ibunya, untuk membuka lembaran baru. Tidak terkecuali bagi seorang anak bernama Kiki berusia 9 tahun, yang menceritakan bagaimana panti asuhan dapat menolong kehidupannya.

         Kiki dibuang oleh kedua orang tuanya dengan cara yang sangat menyayat, tepat saat ia berusia 2 tahun dimana ia belum mengingat apapun kejadian saat itu. Kedua orang tuanya membuang Kiki di sebuah pasar malam, dengan meninggalkannya begitu saja.

         "Pada saat dia usia 2 tahun waktu itu, dia diajak ayahnya ke pasar malmm yang ada wahana komedi putar gitu, di Tanjung Barat. Dia naik wahana komedi putar, ketika selesai, orang tuanya pun menghilang entah ke mana, dia cari ke manapun tidak ditemukan," ujar Ketua Yayasan Bina Remaja Mandiri, Ferliani Anggraini, saat ditemui tim Kapiler Indonesia.

         Apalah daya yang dimiliki seorang Kiki yang masih berusia 2 tahun, untuk sekedar mengingat wajah dan alamat rumahnya. Karena setelah dibawa ke Polres Pasar Minggu, Kiki hanya menyebut rumahnya di Depok lalu langsung diserahkan pada Polres Depok untuk ditangani.

          "Setelah ditanyakan, dia (Kiki) bilang rumahnya di Depok, maka dari itu Polres Depok menyerahkan Kiki ke Polres Depok untuk investigasi lebih lanjut. Selain Polres Depok yang mencari alamat Kiki, akhirnya polres juga dibantu pula oleh Dinsos Depok untuk mencari alamatnya," kata Ferliani.

         Malang tak dapat ditanggung, sudah coba mengelilingi Depok untuk mencari alamatnya tapi tetap tidak ketemu. Karena Kiki pun memang tidak ingat dimana alamat pastinya. Dinsos Depok akhirnya menghubungi yayasan milik Ferliani untuk mengurus Kiki.

"Kami dengan senang hati menerima, mendengar cerita bagaimana anak ini bisa ke sini menambah empati saya kepada Kiki, sangat miris nasibnya. Bahkan hingga dibantu siarkan beritanya melalui media tetap tidak ada respon dari orang tuanya," papar Ferliani.

         Sejak saat itu sampai sekarang, Kiki dirawat di yayasan tersebut. Namun, kesulitan sempat dialami oleh pihaknya ketika Kiki hendak masuk sekolah dasar karena tidak ada yang tahu data diri kiki.

         Akhirnya, yayasan membuat kesepakatan dengan kepolisian dan Dinsos Depok untuk menentukan tanggal lahir dari Kiki, agar bisa masuk sekolah. Dan kita tentukan sesuai kesepakatan untuk tanggal lahir Kiki adalah 5 Desember 2008. "Saat ini Kiki sudah kelas 4 di SD Cilangkap 3," jelas dia.

         Meski masih usia 2 tahun, dulu nampak sekali guratan wajah kekecewaan Kiki saat tiba di panti asuhannya, mungkin saat itu ia paham rasanya ditinggal sendiri dengan orang yang sudah sempat ia kenal. Karena usia yang masih sangat kecil itu lah, Kiki tidak memiliki trauma yang terlalu mendalam.

         "Karena kita juga di sini tidak seperti asrama, kita memang rumah saja, dan banyak anak seumuran dia. Mungkin dia jadi tidak butuh waktu lama buat beradaptasi hingga dia pun nyaman dan serasa dengan keluarga dia sendiri, karena memang situasi dan suasananya kekeluargaan," papar Ferliani.

          Yayasan miliknya berniat untuk membantu Kiki masuk dalam sekolah sepak bola, karena memang ia memiliki minat di sana. Untuk ke depannya, ia pribadi ingin melihat Kiki sukses, agar orang tuanya dapat melihat Kiki.

 

Febrimantara/Kapilerindonesia

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(