05 09-18

Rumah Bekas, Harapan Baru Bagi Adik Panti Bina Remaja Mandiri

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Kunjungan Program Kerja Kebutuhan

            Banyaknya anak yang terlantar di lingkungan Ibu Ferlian mendorong dirinya untuk memberikan tempat berlindung dan bertumbuh dengan kasih sayang sebuah keluarga. Sebuah rumah bekas menjadi sebuah harapan untuk mewujudkan impian dari Ibu Ferlian.

            “Rumah itu tadinya bekas pabrik roti. Saya hubungi yang punya rumah dan ketemu sm beliau. Alhamdulillah dengan biaya yang terbatas, rumah itu mau dijual ke kita. Saya merasa semua jalannya di beri kemudahan, saya berpikir memang ini rumah dari Allah buat anak-anak,” ucap Ibu Ferlian Anggraeni saat di temui di PSAA Bina Remaja Mandiri.

            Tekad yang kuat untuk membantu anak-anak di lungkungannya menjadi pondasi kuat untuk Ibu Ferli dapat menjalankan setiap niatan baiknya, untuk membangun sebuah panti asuhan.

            “Saya cuma ingin anak-anak tidak terlantar, walaupun kondisi panti kita masih begini masih ngontrak, kebutuhan pun masih sulit terpenuhi, Bismillah niat saya sudah bulat dan insya Allah akan diberi jalan,” tandasnya.

            Sejak didirikannya PSAA Bina Remaja Mandiri pada 1 September 2009 hingga saat ini anak asuhnya mencapai 38 anak asuh panti dan 100 balita non panti.

            “Sampai hari ini sudah 38 anak untuk anak asuh di panti, itu meliputi usia balita sampai SMA,” tambahnya.

            Semua suka duka telah dijalani Ibu Ferlian demi tercapainya tujuan untuk memberikan kebahagiaan kepada anak-anak. Kekurangan dan keterbatasan menjadi satu tantangan bagi Ibu Ferliana dalam membina dan mengasuh anak-anak di PSAA Bina Remaja Mandiri.

            Dengan jumlah anak asuh yang tidak sedikit, apalagi untuk balita yang ada di panti asuhan menjadi yang paling banyak jumlahnya. Tentunya kebutuhan untuk anak usia balita memiliki keperluan khusus seperti susu dan juga popok. Bahkan untuk satu orang balita bisa menghabiskan lebih dari Rp. 1 juta untuk kebutuhannya selama satu bulan.

            “Paling minim satu anak bisa sampai Rp. 1,5 juta. Untuk satu bulan kebutuhan sebulan panti bisa sampai Rp. 27 juta. Itu buat sekolah, ongkos, makan dan lain lain lah. Sekitar segitulah kebutuhan panti. Sempat kejadian kita sebulan Cuma ada 6juta, tapi alhamdulillah, ada saja buat menutupi kebutuhan,”

            Keadaan ini tentu saja cukup memprihatinkan dan bukan hal yang baru ketika keadaan panti mengalami kesulitan dari dana, melihat kebutuhan yang diperlukan untuk panti bisa dibilang tidak sedikit.

“Kita sangat sangat menutupi kalo kita itu bener bener lagi kurang atau lagi gak ada banget. Yang penting yang harus mereka tahu, mereka makan, mereka minum susu,” jelas ibu Ferliana.

            Memang sudah seharusnya bagi kita untuk berdonasi bagi panti asuhan sebagai wadah beramal dan berbagi rezeki yang kita miliki. Kapiler Indonesia menjembatani bagi siapa yang ingin berbagi kebahagiaan untuk adik-adik panti. Kunjungi situs resmi kami di sini http://kapilerindonesia.com/program_donasi untuk berdonasi langsung. Bersama Kapiler, mari membangun tangga menuju tercapainya asa adik-adik panti asuhan. Panti Go Digital!

 

Febrimantara/Kapilerindonesia

           

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(