17 09-18

Damai Dunia, Damai Seluruh Umat Manusia

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Program Kerja Kebutuhan

            Tidak dapat dipungkiri, hingga saat ini masih terdapat di belahan dunia lain yang berkelut dalam kekerasan, perang, dan ketidakadilan. Di sisi lain, begitu banyak aktivis, organisasi, komunitas, maupun individual yang mengusung dan menggalakkan perdamaian untuk dunia. Dengan damainya dunia ini, dipastikan seluruh manusia akan hidup dalam kebersamaan dan kedamaian.

            Hari Perdamaian Internasional (World Peace Day), diperingati setiap tanggal 21 September. Peringatan ini didedikasikan untuk perdamaian dunia, secara khusus untuk berakhirnya perang dan kekerasan. Hari peringatan perdamaian dunia pertama kali pada tahun 1982 dan pada tahun 2003 untuk pertama kalinya peringatan hari perdamaian ini didedikasikan untuk pendidikan perdamaian oleh Sekjen PBB yang kala itu menjabat, Kofi Anan, sebagai sarana pencegahan yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan.

            Sebenarnya, perdamaian di sini dapat diartikan secara lebih luas lagi, tidak harus melulu mengenai perang. Karena jika dilihat dari tingkat kriminalitas di dunia, masih banyak negara yang mengalami kekerasan. Contohnya di Brasil yang memiliki tingkat pembunuhan tertinggi di dunia. Dikutip dari Kriminologi.id, dapat diperkirakan 30 orang korban pembunuhan dari setiap 100ribu penduduk. Dan kekerasan tidak hanya ditujukan kepada orang dewasa, bahkan anak-anak pun menjadi sasaran dari pelaku.

            Di Indonesia sendiri, kekerasan masih menjadi topik hangat untuk menjadi headline utama yang menjadi pembahasan bagaimana cara mengatisipai dan menurunkan tingkat kekerasan tersebut. Kita coba rujuk ke tingkat kekerasan pada anak di Indonesia, dilansir dari viva.co.id sepanjang tahun 2017 Komnas PA mencatatat ada 2,737 pengaduan kasus kekerasan pada anak.

            Ketua umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menegaskan bahwa kasus kekerasan pada anak masih mendominasi kejahatan seksual, dari angka 2,373 52% adalah kejahatan seksual. Ditinjau dari usia, jumlah korban kekerasan paling banyak terjadi di usia 6-12 dan mayoritas pelaku adalah orang-orang terdekat dari korban.

            Fakta yang sungguh miris, melihat bahwa kejahatan atau kekerasan datang dari orang-orang sekitar kita, bahkan saudara kita sendiri. Itu mengindikasikan bahwa perlindungan terhadap anak harus ekstra dan kita harus selalu waspada.

            Bayangkan bagaimana keadaan anak-anak di panti asuhan jika menyoroti tingkat kekerasan pada anak tersebut. Tentu potensinya terjadinya kekerasan pada anak tetap ada di panti asuhan. Anak-anak panti asuhan yang isinya banyak anak yatim, kurang mendapatkan perhatian pemerintah, pernyataan yang disampaikan Menurut Seto Mulyadi saat Pembukaan Musyawarah Nasional Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Panti Sosial Asuhan Anak (FORMAS LKSA PSAA), pada 24 Juli 2018.

            Hal itu disampaikan karena masih ada praktik kekerasan di dalam panti asuhan. Namun, kuatnya dedikasi orang-orang yang bekerja sebagai pengurus di panti asuhan, dapat memberikan harapan bagi anak-anak panti asuhan untuk tumbuh kembangnya.

            Melihat perjuangan para pengurus panti asuhan, tentunya harus kita sambut positif dan aktif sebagai warga negara yang memimpikan sebuah negara yang damai, di mana semua lapisan masyarakat termasuk anak-anak panti asuhan, menadapatkan hak-haknya dan dapat menggapai semua cita-citanya.

            Mari ciptakan sebuah dunia yang damai untuk anak-anak panti asuhan, meski menurut kita bantuan yang kita berikan kecil adanya, namun berdampak besar bagi anak-anak panti asuhan. Jadilah pelopor untuk berbuat baik dan menjadi pembawa perdamaian bagi lingkungan kita, kemudian dunia.

 

Febrimantara/kapilerindonesia

 

Sumber : https://www.liputan6.com/regional/read/3599854/kak-seto-anak-anak-bak-bunga-di-taman

https://www.okecoy.com/1992/09/sejarah-hari-perdamaian-internasional.html

https://www.viva.co.id/gaya-hidup/parenting/991215-orangtua-perlu-cegah-stunting-pada-anak-dengan-cara-ini?medium=autonext

 

Sumber foto : https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwi11JLm3cHdAhVFWysKHb0BBBIQjRx6BAgBEAU&url=https://id.innerself.com/content/personal/happiness-and-self-help/creating-realities/16168-thinking-peace-how-we-can-each-contribute-to-the-creation-of-world-peace.html&psig=AOvVaw2mEfBdNxa9liPVmVRH14uN&ust=1537263088409078 

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(