24 09-18

Faktanya, Pendiri Panti Asuhan Berasal Dari Kalangan Bawah

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Program Kerja Kebutuhan

            Didasari ketulusan hati yang terdalam, dan kepedulian terhadap lingkungan membuat beberapa orang mendapat hidayah dan inspirasi, untuk menjadi seorang yang dapat membantu kepada sesama. Tidak peduli bagaimana kondisi dan caranya ketika niatan itu datang. Panti asuhan menjadi salah satu cara untuk dapat membantu lingkungan sekitar, terutama anak-anak.

            Fenomena yang terjadi di sini adalah, kebanyakan pendiri panti asuhan bukanlah orang yang dikaruniai harta yang melimpah. Bukan orang yang memang mampu dari berbagai aspek kehidupan. Tapi yang mereka miliki adalah rasa kepedulian yang besar, rasa ingin membantu yang tinggi dan ketulusan hati bahwa di dunia ini tidak melulu soal harta.

            Sebuah ironi yang menjadi sebuah kenyataan yang ada di Indonesia, dan tidak dapat dipungkiri. Entah karena kebanyakan orang yang mempunyai daya atau kemampuan lebih dari rata-rata terlalu sibuk dengan dunianya, sehingga kurang memperhatikan sekitarnya.

            Beberapa panti asuhan ini didirikan dengan berpegang teguh kepada keyakinan, bahwa niatan dan perbuatan baik pasti selalu mendapat bantuan dari Tuhan entah dengan cara dan bagaimana datangnya bantuan tersebut. keadaan anak-anak di lingkungan yang sangat memprihatinkan menjadi sebuah pondasi kokoh bagi para pendiri panti untuk membulatkan tekad tersebut.

            Yang pertama panti asuhan yang berada di Jakarta, salah satunya adalah panti asuhan Yasni yang dibangun pada tahun 2001 oleh Ibu Vivi selaku penggagas dan pendiri panti asuhan ini. dengan didasari oleh rasa keprihatinan dan kepedulian terhadap anak-anak di lingkungannya, karena banyak keluarga kurang mampu sehingga banyak pula anak-anak yang terlantar.

            Begitu pula salah satu panti asuhan di Depok yang didirikan oleh Munheri Koto, yang mendirikan panti asuhannya selain karena keprihatinan pada keadaan anak-anak lingkungan sekitar, tekad bulatnya pun didasari oleh salah satu surat di dalam kitab suci Al-Quran, yaitu surat Al Maun.

            Dalam Surah Al-Ma'un ayat 1-3, firman Allah swt mengatakan, 'Tahukah kamu orang-orang yang mendustakan agama? Yakni orang yang menghardik anak yatim, dan tidak bersedia memelihara hidup golongan peminta-minta'. Menghardik di sini, dipaparkan Munheri, bukan berarti memukul atau melakukan kekerasan fisik lainnya saja, membiarkan atau menelantarkan anak-anak dalam keadaan susah dan tidak terarah juga termasuk menghardik.

            Redi Gunawan pendiri panti asuhan Al Hayya, dengan tekad baja dan mulia memberanikan diri membangun panti asuhan tersebut dengan bermodalkan sebuah kardus, yang dibawa keliling dari satu tempat ke tempat lain, untuk menggalang dana demi memenuhi kebutuhan anak-anak asuhnya.

            Kisah di atas hanya segelintir dari sekian banyaknnya para pendiri panti asuhan yang berangkat dari sebuah kekhawatiran pada tumbuh kembang anak-anak di lingkungannya, tanpa mempedulikan keadaannya saat itu. Yakin bahwa semua akan ada jalan keluarnya, apalagi perbuatan baik yang dengan tulus dan ikhlas dilakukan, untuk membantu sesama.

            Kesulitan ekonomi atau hambatan lain bukan menjadi sebuah batu penghalang bagi kita untuk berbuat kebaikan kepada sesama. Hal itu sudah dibuktikan oleh para pendiri panti asuhan yang hingga kini tetap eksis dan kenyataannya panti asuhan tersebut sudah berkembang, dengan dilihat dari meningkatnya anak asuh yang kini bernaung di panti asuhan di atas.

            Hadirnya Kapiler Indonesia sebagai platform yang menghubungkan orang-orang baik di dunia ini dengan panti asuhan, senantiasa memiliki tujuan yang sama, untuk membantu tidak hanya panti asuhan tetapi juga anak-anak asuhnya. Dengan dibuatnya berbagai program yang pasti mendukung dan memfasilitasi panti asuhan agar menjadi mandiri, berdaya dan berdampak yang berkepanjangan.

            Setiap anak adalah anugrah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Pantaskah jika kita katakan menelantarkan anak adalah perbuatan yang salah? Tentu tidak, karena semua anak di dunia harus mendapatkan kehidupan yang layak, demi pertumbuhan dan masa depannya kelak.

            Mari satukan niat yang tulus, untuk membantu adik-adik kita di panti asuhan. Sekecil apapun bantuan yang kita berikan, niscaya akan diganjar dengan kebaikan yang berlipat gana oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

 

Follow instagram kita di @kapiler_id

 

 

Febrimantara/Kapilerindonesia

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(