16 10-18

Hari Penglihatan Dunia: Menjaga Cahaya Dunia

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Kunjungan Program Kerja

            World Sight Day atau Peringatan Hari Penglihatan Dunia bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebutaan dan gangguan penglihatan sebagai masalah global. Hari penglihatan dunia ini biasa diperingati pada minggu kedua di bulan Oktober, tiap tahunnya.

            Peringatan Hari Penglihatan Sedunia itu dimulai sejak 1998 oleh Lions Club International yang kemudian diintegrasi menjadi VISION 2020 di bawah koordinasi World Health Organization (WHO) dan International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB).

            Berbagai macam kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Penglihatan Dunia, khususnya kegiatan seputar kesehatan mata. Pemerintah kota Jakarta Selatan misalnya, yang mengadakan pemeriksaan mata pada anak-anak pada Sabtu (6/10). Pemeriksaan mata diadakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Intan, Cilandak, Jakarta Selatan.

            Kenapa hal ini menjadi penting bagi masyarakat dunia? Karena banyak survey menunjukkan hasil, bahwa kebutaan dan gangguan penglihatan memiliki implikasi yang sangat luas. Data menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan 4,25% atau 285 juta penduduk dunia mengalami gangguan penglihatan dengan rincian 14% (39 juta jiwa) mengalami kebutaan, dan 86% (246 juta) mengalami low vision atau kurang awas pada 2012.

            Adapun di Indonesia terdapat kurang lebih 15 juta orang mengalami kebutaan pada kedua belah matanya. Hasil survey kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014 - 2016 di 15 provinsi diketahui bahwa antara usia 50 tahun ke atas, tingkat kebutaan mencapai 3% dan 71% disebabkan karena katarak.

            Itulah mengapa menjaga kesehatan mata menjadi hal yang sangat krusial bagi kita semua. Terutama bagi kita warga Indonesia, karena berdasarkan hasil survey di atas, menjadikan Indonesia di urutan ketiga, dalam daftar negara dengan tingkat kebutaan paling tinggi di dunia.

            Sosialisasi serta pemeriksaan mata rutin menjadi alternatif yang bisa kita lakukan, demi menjaga kesehatan mata, tidak terkecuali untuk anak-anak di mana pun berada. Termasuk adik-adik kita di panti asuhan. Seperti kegiatan yang sudah disselenggarakan pemerintah kota Jakarta Selatan, pemeriksaan mata bagi anak-anak di daerah Cilandak.

            Sudah sewajarnya para pengurus dan pemerhati sosial fokus pada kesehatan mata anak-anak, di panti asuhan khususnya. Di mulai dari meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata, hingga kegiatan pemeriksaan mata bagi adik-adik panti asuhan.

            Dalam menjaga kesehatan mata bisa dibiasakan dengan mengkonsumsi wortel, bayam, brokoli yang kaya akan antioksidan dan mengandung vitamin A dan C, yang mampu melindungi kornea mata kita.

            Karena anak-anak di panti asuhan pun merupakan anak bangsa yang wajib kita jaga kesehatannya, karena nantinya merekalah penerus bangsa ini.Menjaga cahaya pada mata anak-anak panti asuhan, menjadi modal yang berharga agar mereka yang kurang beruntung, selalu mampu melihat indahnya dunia.

            Bersama Kapiler Indonesia, mari berdayakan dan sejahterakan panti asuhan. Panti Go Digital!

 

Febrimantara/Kapilerindonesia

 

Sumber:

http://jakarta.tribunnews.com/2018/10/06/peringati-hari-penglihatan-sedunia-pemkot-jakarta-selatan-periksa-mata-anak-anak

https://www.okecoy.com/2013/10/peringatan-hari-penglihatan-sedunia.html

http://lifestyle.bisnis.com/read/20171013/106/698952/kasus-kebutaan-di-indonesia-peringkat-3-di-dunia

http://www.depkes.go.id/article/view/16011100003/katarak-sebabkan-50-kebutaan.html

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20171012144841-255-247968/5-tips-jaga-kesehatan-mata

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(