16 10-18

Kelola Sampah Jadi Berkah

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Program Kerja Acara

            Bagi banyak masyarakat, sampah merupakan sesuatu yang tidak berguna. Tapi tidak untuk para penggagas lingkungan seperti Komunitas Social Care yang berkolaborasi dengan B Project dan panti asuhan Darut Taqwa, Godean, Sleman Yogyakarta.

            “Awalnya kita dari lihat kondisi sekitar kita kalo produksi sampah semakain meningkat, bahkan salah satu tpa di jogja udah ga mampu menampung produksi sampah masyarakat Jogja,” ujar Mas Ichsan, selaku ketua Komunitas Social Care.

            Hampir setiap hari akan ada sampah, baik itu organik atau non organik. Mau tidak mau, sampah menjadi bagian dari hidup kita.. Tinggal bagaimana kita bisa mengaturnya, sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan.

            Pororo atau Pantiku Ijo Royo-Royo merupakan program yang melandasi kegiatan pengelolaan sampah. Jenis sampah yang dikelola adalah jenis sampah plastik atau kemasan, yang nantinya bisa dijual atau dibuat kerajinan tangan yang menghasilkan. Kolaborasi antara Komunitas Social Care menggandeng Project B sebagai partner dalam kegiatan Pororo kali ini. Diketahui memang Project B adalah kommunitas yang bergerak pada pengelolaan sampah menjadi kerajinan unik yang mempunyai nilai jual di masyarakat.

            Kegiatan yang digelar pada tanggal 30 September 2018, di panti asuhan Darut Taqwa, Godean Sleman, merupakan program yang digagas komunitas Social Care dan Project B yang fokus pada pengelolaan sampah. Selain sosialisasi mengenai pentingnya penglolaan sampah di panti, kegiatan ini pun berlanjut untuk membekali warga panti dengan keahlian membuat kerajinan tangan. Program Pororo dari komunitas Social Care ini didukung oleh Yayasan Senyum Indonesia.

            Pada kegiatan Pororo kemarin, teman-teman dari Project B memberi pelatihan langsung, tentang bagaimana cara membuat kerajinan tangan yang dijadikan tempat pensil dan pot gantung dari botol bekas.

            Antusiasme anak-anak pada kegiatan Pororo kali ini ditunjukkan dengan hadirnya 25 anak dari panti Darut Taqwa dan 12 orang komunitas Social Care. Dukungan dan apresiasi pun diberikan oleh para pengurus panti asuhan, yang tentunya memiliki harapan besar ini akan memiliki dampak besar dan berkelanjutan, tidak hanya untuk panti Darut Taqwa, tetapi bisa disebarluaskan ke panti-panti lainnya.

            Beberapa panti asuhan yang terpilih dalam program Pororo hingga bulan November, adalah panti asuhan Nurul Yasmin yang akan digelar pada tanggal 28 Oktober 2018 dan panti asuhan Al Lathif tanggal 18 November. Tentunya Pororo di 2 panti asuhan tersebut masih bekerja sama dengan Project B.

            Harapan besar setelah diselenggarakannya kegiatan tersebut, adanya pengetahuan dan wawasan warga panti asuhan tentang pengelolaan sampah. Seperti pemilahan sampah yang harus dibuang dan sampah yang memiliki nilai jual ke bank sampah dan juga sampah yang bisa di produksi menjadi sebuah kerajinan tangan yang unik dan bermanfaat, yang keuntungannya pun jadi pemasukan bagi panti itu sendiri.

            Selain program Pororo, Social Care juga memiliki program lain, seperti Liputan Panti Rutin, Donasi untuk panti asuhan dan menjadi penghubung serta fasilitator bagi pihak yang ingin mengadakan kegiatan sosial seperti baksos di panti asuhan. Meski niat awal dibentuknay komunitas ini untuk membantu meringankan masalah sosial, namun karena banyaknya hambatan serta keterbatasan, akhirnya SC fokus pada panti asuhan di Yogyakarta.

            Bagi teman-teman di Yogyakarta yang ingin berbagi ke panti asuhan atau ingin berpartisipasi dalam kegiatan sosial, bisa join bersama komunitas Social Care. Karena berbagi itu mudah, tapi menggerakkan raga ini yang butuh perjuangan.

Febrimantara/Kapilerindonesia

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(