19 12-18

Hari Ibu Nasional: Muliakan Ibu, Bekal Besar Menuju Surga

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Program Kerja

Hari Ibu Nasional diresmikan oleh presiden Soekarno pada tanggal 22 Desember, dibarengi dengan ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928. Dulu, Hari Ibu diselenggarakan untuk semangat wanita Indonesia dalam meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Di era modern ini arti Hari Ibu banyak berubah, di mana kini diperingati dengan menyatakan cinta kepada Ibu. Bisa dengan memberikan kado, hadiah, atau melakukan semua tugas Ibu di rumah dan membiarkan Ibu menikmati waktu untuk beristirahat dari rutinitasnya. 

Meski banyak yang merayakan Hari Ibu dengan suka cita, tetap banyak juga yang berperilaku keji kepada ibunya sendiri. Belakangan ini marak terjadi kasus kekerasan atau penganiayaan yang menimpa ibu. Mungkin ini pertanda mundurnya moral manusia, yang tidak menghargai orang tuanya terutama ibu. Jangan sayang, menghargai saja mungkin bagi para oknum-oknum tersebut. sudah jelas hal ini tidak bisa dibiarkan, karena jika tidak hormat kepada Ibu, ke mana lagi kita harus berbakti? Ingat! Ridho Ibu sama dengan Ridho Ilahi.

Apakah pernah terpikir bagaimana nasib adik-adik panti yang sudah tidak memiliki ibu? Rasa rindu akan peluk dan kasih sayangnya, yang sudah tidak mungkin adik-adik panti dapatkan. Jangankan minta uang jajan, mau melihat wajahnya pun sudah tidak bisa. Yang tersisa hanya doa-doa yang selalu ia kirimkan kepada ibu. Cuma itu cara paling mudah menjadi anak yang berbakti bagi mereka yang tidak memiliki ibu.

Mestinya dengan adanya Hari Ibu, membuat kita sadar akan pentingnya ibu dalam hidup kita dan terus berbakti dan menyayangi ibu tanpa mengenal waktu. Percayalah sebesar apapun usaha kita untuk membalas budi atas pengorbanan ibu, semua itu tak akan pernah bisa kita capai. Karena pengorbanan seorang ibu jauh dari yang mampu kita lakukan di dunia untuknya. Jadi, apakah masih ada waktu untuk membuatnya kecewa dan terluka bahkan sedetik saja? 1000% Tidak!

Berkaca dari keadaan yang dialami adi-adik panti harusnya kita malu, masih sering berkeluh kesah terhadap ibu apalagi sampai memarahi ibu. Coba bayangkan posisi kita ditukar dengan adik panti. Belum tentu kita bisa bertahan.

Jangan tunda lagi untuk mulai berbakti kepada ibu. Sayangi ibu, peluk ibu, cium tangan ibu, jaga ibu, cukupi kebutuhannya, berikan kebahagiaan, habiskan waktu bersama ibu. Saling bercengkrama, bercanda tawa, selalu beri kenangan indah di hidupnya. Kalau bukan kita, siapa lagi? Selamat Hari Ibu dari Kapiler Indonesia kepada semua Ibu di Dunia. Karenanya kita ada, karenanya kita bahagia.

Berdayakan Panti berdayakan Indonesia. Panti Go Digital!

#KapileriD #PantiGODIGITAL #PantiBerdaya #senyum #MothersDay #HariIbu #22Desember #anak #panti

 

Febrimantara/Kapilerindonesia

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu

https://goodminds.id/hari-ibu/

" class="form-control" rows="5">

 

Pepatah mengatakan “surga ada di telapak kaki Ibu”, mengapa demikian, karena pengorbanannya kepada kita sejak Ibu mengandung kita dalam rahimnya, hingga 9 bulan terus merawat dan menjaga kita. Rasa lelah, letih, pusing dan beban yang harus dibawa ke mana pun ia pergi menjadi tanggung jawab seorang Ibu. Apakah pantas bagi kita melawan perintahnya? Bahkan membantah dan membentak Ibu? Hal terbaik yang bisa perbuat adalah, menjadi anak yang berbakti, memberikan yang terbaik, seperti sebuah prestasi atau hal lain yang bisa membanggakannya. Muliakan Ibu kita karena dengan membuatnya bahagia, membuath hidup lebih bermakna, bermanfaat dan tentu bisa jadi bekal yang besar menuju surga.

Sedikit menengok ke belakang, Hari Ibu Nasional diresmikan oleh presiden Soekarno pada tanggal 22 Desember, dibarengi dengan ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928. Dulu, Hari Ibu diselenggarakan untuk semangat wanita Indonesia dalam meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Di era modern ini arti Hari Ibu banyak berubah, di mana kini diperingati dengan menyatakan cinta kepada Ibu. Bisa dengan memberikan kado, hadiah, atau melakukan semua tugas Ibu di rumah dan membiarkan Ibu menikmati waktu untuk beristirahat dari rutinitasnya. 

Meski banyak yang merayakan Hari Ibu dengan suka cita, tetap banyak juga yang berperilaku keji kepada ibunya sendiri. Belakangan ini marak terjadi kasus kekerasan atau penganiayaan yang menimpa ibu. Mungkin ini pertanda mundurnya moral manusia, yang tidak menghargai orang tuanya terutama ibu. Jangan sayang, menghargai saja mungkin bagi para oknum-oknum tersebut. sudah jelas hal ini tidak bisa dibiarkan, karena jika tidak hormat kepada Ibu, ke mana lagi kita harus berbakti? Ingat! Ridho Ibu sama dengan Ridho Ilahi.

Apakah pernah terpikir bagaimana nasib adik-adik panti yang sudah tidak memiliki ibu? Rasa rindu akan peluk dan kasih sayangnya, yang sudah tidak mungkin adik-adik panti dapatkan. Jangankan minta uang jajan, mau melihat wajahnya pun sudah tidak bisa. Yang tersisa hanya doa-doa yang selalu ia kirimkan kepada ibu. Cuma itu cara paling mudah menjadi anak yang berbakti bagi mereka yang tidak memiliki ibu.

Mestinya dengan adanya Hari Ibu, membuat kita sadar akan pentingnya ibu dalam hidup kita dan terus berbakti dan menyayangi ibu tanpa mengenal waktu. Percayalah sebesar apapun usaha kita untuk membalas budi atas pengorbanan ibu, semua itu tak akan pernah bisa kita capai. Karena pengorbanan seorang ibu jauh dari yang mampu kita lakukan di dunia untuknya. Jadi, apakah masih ada waktu untuk membuatnya kecewa dan terluka bahkan sedetik saja? 1000% Tidak!

Berkaca dari keadaan yang dialami adi-adik panti harusnya kita malu, masih sering berkeluh kesah terhadap ibu apalagi sampai memarahi ibu. Coba bayangkan posisi kita ditukar dengan adik panti. Belum tentu kita bisa bertahan.

Jangan tunda lagi untuk mulai berbakti kepada ibu. Sayangi ibu, peluk ibu, cium tangan ibu, jaga ibu, cukupi kebutuhannya, berikan kebahagiaan, habiskan waktu bersama ibu. Saling bercengkrama, bercanda tawa, selalu beri kenangan indah di hidupnya. Kalau bukan kita, siapa lagi? Selamat Hari Ibu dari Kapiler Indonesia kepada semua Ibu di Dunia. Karenanya kita ada, karenanya kita bahagia.

Berdayakan Panti berdayakan Indonesia. Panti Go Digital!

#KapileriD #PantiGODIGITAL #PantiBerdaya #senyum #MothersDay #HariIbu #22Desember #anak #panti

 

Febrimantara/Kapilerindonesia

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu

https://goodminds.id/hari-ibu/

" class="form-control" rows="5">

Ibu? Hal terbaik yang bisa perbuat adalah, menjadi anak yang berbakti, memberikan yang terbaik, seperti sebuah prestasi atau hal lain yang bisa membanggakannya. Muliakan Ibu kita karena dengan membuatnya bahagia, membuath hidup lebih bermakna, bermanfaat dan tentu bisa jadi bekal yang besar menuju surga.

Sedikit menengok ke belakang, Hari Ibu Nasional diresmikan oleh presiden Soekarno pada tanggal 22 Desember, dibarengi dengan ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928. Dulu, Hari Ibu diselenggarakan untuk semangat wanita Indonesia dalam meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Di era modern ini arti Hari Ibu banyak berubah, di mana kini diperingati dengan menyatakan cinta kepada Ibu. Bisa dengan memberikan kado, hadiah, atau melakukan semua tugas Ibu di rumah dan membiarkan Ibu menikmati waktu untuk beristirahat dari rutinitasnya. 

Meski banyak yang merayakan Hari Ibu dengan suka cita, tetap banyak juga yang berperilaku keji kepada ibunya sendiri. Belakangan ini marak terjadi kasus kekerasan atau penganiayaan yang menimpa ibu. Mungkin ini pertanda mundurnya moral manusia, yang tidak menghargai orang tuanya terutama ibu. Jangan sayang, menghargai saja mungkin bagi para oknum-oknum tersebut. sudah jelas hal ini tidak bisa dibiarkan, karena jika tidak hormat kepada Ibu, ke mana lagi kita harus berbakti? Ingat! Ridho Ibu sama dengan Ridho Ilahi.

Apakah pernah terpikir bagaimana nasib adik-adik panti yang sudah tidak memiliki ibu? Rasa rindu akan peluk dan kasih sayangnya, yang sudah tidak mungkin adik-adik panti dapatkan. Jangankan minta uang jajan, mau melihat wajahnya pun sudah tidak bisa. Yang tersisa hanya doa-doa yang selalu ia kirimkan kepada ibu. Cuma itu cara paling mudah menjadi anak yang berbakti bagi mereka yang tidak memiliki ibu.

Mestinya dengan adanya Hari Ibu, membuat kita sadar akan pentingnya ibu dalam hidup kita dan terus berbakti dan menyayangi ibu tanpa mengenal waktu. Percayalah sebesar apapun usaha kita untuk membalas budi atas pengorbanan ibu, semua itu tak akan pernah bisa kita capai. Karena pengorbanan seorang ibu jauh dari yang mampu kita lakukan di dunia untuknya. Jadi, apakah masih ada waktu untuk membuatnya kecewa dan terluka bahkan sedetik saja? 1000% Tidak!

Berkaca dari keadaan yang dialami adi-adik panti harusnya kita malu, masih sering berkeluh kesah terhadap ibu apalagi sampai memarahi ibu. Coba bayangkan posisi kita ditukar dengan adik panti. Belum tentu kita bisa bertahan.

Jangan tunda lagi untuk mulai berbakti kepada ibu. Sayangi ibu, peluk ibu, cium tangan ibu, jaga ibu, cukupi kebutuhannya, berikan kebahagiaan, habiskan waktu bersama ibu. Saling bercengkrama, bercanda tawa, selalu beri kenangan indah di hidupnya. Kalau bukan kita, siapa lagi? Selamat Hari Ibu dari Kapiler Indonesia kepada semua Ibu di Dunia. Karenanya kita ada, karenanya kita bahagia.

Berdayakan Panti berdayakan Indonesia. Panti Go Digital!

#KapileriD #PantiGODIGITAL #PantiBerdaya #senyum #MothersDay #HariIbu #22Desember #anak #panti

 

Febrimantara/Kapilerindonesia

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu

https://goodminds.id/hari-ibu/

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(