31 08-18

Panti Darussalam Rangkul Perjuangan Ibu Tunggal Hidupi 4 Anak

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Program Kerja Kebutuhan

            Menjadi seorang anak yatim sejak kecil, adalah satu fase hidup yang harus di hadapi Irfan Rahmadiansyah. Dengan seorang Ibu yang berprofesi sebagai tukang urut, menjadi satu satunya mata pencaharian Ibu Maemunah untuk memenuhi semua kebutuhan hidup keluarganya termasuk ketiga saudara Irfan, anak pertama Eka Putri, yang kedua Ilham Yuliansyah dan Irji Rahmadiansyah, yang semuanya masih dalam usia sekolah.

            “Keluarganya memang sudah termasuk dhuafa, bahkan sebelum ayahnya meninggal, ibunya hanya seorang tukang urut, tukang urut untuk anak balita. Kalau tidak salah usianya sudah 60 tahun kurang lebih,” ujar Bapak Sumarno, selaku salah satu pendiri yayasan Darussalam, saat ditemui tim Kapiler.

            Kebutuhan sehari-hari keluarga Irfan pun, sedikit banyak diberikan atas kepedulian warga sekitar, dengan menyumbangkan sembako, seperti beras, minyak dan bahan pokok lainnya.      

            Begitu pun yayasan Darussalam, berperan aktif dalam membina dan memantau perkembangan anak-anak dari Ibu Maemunah tersebut. Terutama dalam hal agama dan pendidikan. Keseimbangan antara akademik dan agama secara spiritual merupakan hal yang wajib dimiliki setiap anak asuhnya.

            “Prinsip kami mengasuh anak-anak ini hanya satu, yaitu amanah. Agar anak-anak asuh di sini bisa menjadi lebih baik, untuk dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat pada umumnya. Dan harus matching dan seimbang antara akdemik pelajaran dan akhlak yang bersumber dari agama” jelas Pak Sumarno.

            Memiliki sebuah prinsip dan kepedulian tinggi terhadap kondisi anak-anak di lingkungannya, yayasan Darusssalam berharap agar masyarakat tetap eksis dan selalu ada untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Bersekolah dan mengenyam pendidikan sebaik dan setinggi-tingginya merupakan harapan dan sebuah tujuan yang diperjuangkan Bapak Sumarno, untuk anak asuhnya.

            “Yayasan darusalam berdiri karena banyak anak yatim yang terbengkalai pendidikan nya. Kita memfasilitasi sekolah mereka sampai selesai, sampai sarjana. Anak-anak harus sekolah setinggi-tingginya,” papar ia.

            Selama kita punya niat berbuat baik dalam hati, tidak ada kata terlambat untuk berbagi dan berlomba dalam kebaikan. Yuk, klik link ini http://kapilerindonesia.com/program_donasi untuk kamu yang siap berlomba dalam kebaikan. Bersama Kapiler Indonesia, Panti Go Digital!

 

Febrimantara/Kapilerindonesia

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(