30 09-19

Main ke Komunitas: Diskusi Kota Layak Anak Bareng Depok Banget

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Kunjungan Acara

 

Hari Minggu (29/09/2019), Kapiler Indonesia memenuhi undangan dari komunitas Depok Banget! untuk sharing mengenai Kota Layak Anak yang juga dihadiri beberapa komunitas lain, seperti Tape Uli dan Kopaja. Diskusi mengenai Kota Layak Anak dengan pembicara Dr. Jeanne Novaline Tedja, M. Si, atau yang biasa disapa Mbak Nane, founder dan CEO Rumah Pemberdayaan, dan konsultan Kota Layak Anak.   

Mbak Nane menyampaikan salah satu hak anak yaitu mendapatkan informasi yang sehat. Di era digital sekarang ini, orangtua perlu memberikan arahan aktivitas internet anak-anak, salah satunya sebagai bagian dari pencegahan kekerasan seksual, agar tidak menjadi korban maupun pelaku. Anak dan remaja yang terpapar pornografi melalui internet berpotensi menjadi pelaku kekerasan seksual pada anak seusianya, terang Mbak Nane.

Terwujudnya Kota Layak Anak, menurut Mbak Nane, adalah peran bersama pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2020-2030, yaitu ketika populasi penduduk usia produktif melebihi penduduk yang tidak termasuk kategori tersebut. Istilah strong from home adalah salah satu topik yang ditekankan Mbak Nane dalam paparannya. Ketika zaman berubah, orangtua pun harus menyesuaikan diri dalam mengajari anak agar menggunakan teknologi dengan bijak, dan bukan sekedar melarang anak bermain media sosial.

“Kalaupun di rumah anak dilarang main smartphone, misalnya, di sekolah dia bisa pinjam punya temannya,” pungkas Mbak Nane.

Ketika sesi tanya jawab berlangsung, beberapa orang sekaligus bercerita mengenai pengalaman yang menggerakkan mereka membuat kegiatan, seperti Kopaja yang mengajar anak-anak rutin sepekan sekali, termasuk Kapiler yang berawal dari sebuah komunitas sebelum akhirnya berkembang menjadi yayasan seperti sekarang.

Sesi diskusi diakhiri dengan penjelasan program kerja  Depok Banget oleh kak Tegar, ketua komunitas, antara lain program taman baca, pelatihan entrepreneurship untuk anak muda, dan penyuluhan untuk ibu kader posyandu di daerah Cipayung, Depok. Selain mengenal konsep Kota Layak Anak, tim Kapiler jadi belajar banyak terkait kegiatan komunitas kota Depok yang ternyata sangat beragam. Semoga acara seperti ini berkembang terus menjadi wadah kolaborasi antara komunitas dan gerakan sosial, ya, Sahabat Pili!

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(