23 12-19

Festival Relawan 2019: Menjadi Relawan di Negara Dermawan

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Kunjungan ke Panti Acara

Sabtu (14/12/2019) Kapiler Indonesia ikut berpartisipasi di acara Festival Relawan 2019 yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta. Terdapat 8 panel dengan 33 panelis dan 23 komunitas sosial yang terlibat, salah satunya Kapiler. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 -21.00 WIB. Kapiler mengisi booth di sana, sambil bagi-bagi merchandise dan memperkenalkan program pemberdayaan panti asuhan yang sedang berjalan.

Tahukah sahabat, berdasarkan data World Giving Index  tahun 2018 yang dikeluarkan CAF atau Charities Aid Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di UK, Indonesia berada di peringkat pertama negara paling dermawan sedunia. Studi ini mengukur perilaku kedermawanan sebuah negara dari 3 area pemberian: memberikan donasi (78%), kegiatan relawan (53%), dan membantu orang lain (46%). Studi ini melibatkan 146 negara dan melibatkan lebih dari 150.000 orang responden.

Uniknya, dari 20 negara peringkat teratas dalam daftar ini, hanya setengahnya yang berasal dari negara maju. Bahkan Indonesia bergeser posisinya dari peringkat kedua di tahun sebelumnya menjadi pertama di 2018. The giving gap across continents juga semakin berkurang, dengan antara Asia (kontinen dengan peringkat kedua tertinggi) dan Afrika (kontinen dengan peringkat terendah) dari 6% di 2013 menjadi 1% di 2018.

Artinya secara umum penduduk negara dengan pendapatan rendah pun mulai lebih banyak berbagi. Kecenderungan perilaku ini mengingatkan kita pada kalimat ekonom Adam Grant dalam bukunya Originals:

“Menerima sistem yang sudah ada berfungsi sebagai penenang. Itulah obat pereda rasa sakit emosional; jika dunia sudah seharusnya seperti ini, maka kita tak perlu kecewa dengannya. Namun, kepasrahan ini juga melenyapkan kemarahan moral dari kita untuk melawan ketidakadilan dan hasrat kreatif untuk memikirkan cara-cara alternatif.”

Masalah akan selalu ada. Di sisi lain, artinya, peluang untuk menyelesaikannya juga ada.

Kreativitas, kata penulis Austin Kleon, bukan anak dari kelimpahan. Seringkali kreativitas lahir dari keterbatasan.  Terlihat dari komunitas yang hadir di festival relawan kemarin, kegiatan sosial ada banyak sekali bentuknya. Ada banyak fokusnya. Memikirkan banyak hal yang mau dilakukan sekaligus bisa membuat kamu merasa kewalahan dan akhirnya tidak jadi berbuat apa-apa.

Di situlah prioritas berperan. Memiliki mimpi besar untuk berbuat sesuatu yang berdampak besar itu baik. Tapi jangan sampai kita lupa bahwa pencapaian besar selalu dimulai dari sesuatu yang kecil. Seperti kata Claire Wineland, seorang penderita cystic fibrosis (penyakit genetik yang menyebabkan kelainan pada paru-paru) saat berbagi kisah perjuangannya hidup dengan penyakit mematikan:

“Maybe we should stop fighting everything that we think needs changing, and start fighting for something.”  

(Mungkin kita harus berhenti berusaha mengubah segala hal yag menurut kita butuh perubahan, dan mulai berusaha untuk sesuatu saja.)

Mendukung program yang sudah ada bisa jadi awal yang bagus untuk terjun ke dunia kerelawanan. Sahabat yang senang dengan anak-anak bisa ikut main ke panti, atau berpartisipasi dalam program jangka panjang bit.ly/sedekahBBB untuk adik panti.

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(