07 01-20

Resolusi Tahun Baru 2020: Mengurangi untuk Menambah

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Program Kerja Kebutuhan

 

 Awal tahun 2020 dibuka dengan hujan deras yang turun di berbagai wilayah Indonesia. Di tengah gempita suara petasan, kembang api, dan lainnya yang identik dengan perayaan tahun baru, ada saudara-saudara kita yang tidak bisa menikmati pergantian tahun karena dilanda musibah banjir. Setiap tahun, tiap musim hujan, masalah yang sama terulang. 

Awal tahun juga seringkali diasosiasikan dengan membuat target baru, resolusi baru. Komitmen untuk menambah sesuatu dari yang sudah ada. Lalu bagaimana dengan mengurangi? Pernahkah terpikir, bahwa kita bisa mengurangi untuk menambah?

Belajar dari peristiwa banjir di awal tahun ini, bukankah banyak hal yang mungkin semestinya dikurangi, tanpa menunggu datangnya musibah? Mengurangi membuang sampah sembarangan. Mengurangi belanja yang tidak perlu; mengurangi jumlah sampah yang dibuang. Momen tahun baru, seharusnya bukan hanya momen resolusi, tapi juga evaluasi.

Apa yang sudah kita lakukan di 2019? Bagaimana kita memperlakukan orang lain, juga lingkungan?

Naiknya isu lingkungan beberapa tahun terakhir, istilah go green, eco-friendly, less waste, dan lainnya marak terdengar. Gaya hidup minimalis pun mulai diminati banyak orang. Bagi sahabat yang familiar dengan seri buku Chicken Soup for The Soul, salah satu buku dalam seri ini yang berjudul The Joy of Less (Makin Sedikit Makin Bahagia) menggambarkan prinsip ‘mengurangi untuk menambah’ dengan sangat baik.

Mengurangi untuk menambah, menjadi luas maknanya melalui pengalaman orang-orang dalam buku ini. Ada yang menambah ketenangan mengatur rumah dengan mengurangi barang, pindah ke rumah yang lebih kecil agar tidak terbebani biaya pemeliharaan yang tidak diperlukan, hingga mengurangi waktu dengan perangkat elektronik agar bisa menambah waktu bersama keluarga.

Bukan Sekedar Dermawan

Terkait kegiatan sosial, kita mungkin pernah dengar istilah filantropi. Filantropi berasal dari kata Bahasa Yunani ‘philos’ yang artinya mencintai, dan ‘anthropos’ yang berarti umat manusia. Secara harfiah filantropi berarti melakukan sesuatu atas dasar cinta pada sesama. Filantropi berbeda dengan amal (charity), yang fokusnya mengurangi penderitaan yang disebabkan masalah sosial. Filantropi bertujuan untuk mengeliminasi atau menghilangkan masalah sosial yang ada, seperti pembangunan perpustakaan dan pendanaan riset di bidang kesehatan. Jadi bukan sekedar menanggulangi akibat langsung dari masalah. Bukan berarti kegiatan yang berfokus menangani dampak tidak penting, apalagi terkait bencana alam, tentu sangat diperlukan.  

Dalam agama Islam, agama terbesar di Indonesia, ada hukum wajib zakat bagi yang sudah mencapai nilai nishab. Tahun 2018 Indonesia dinobatkan sebagai Negara Paling Dermawan versi The Charities Aid Foundation.Nilai donasi digital di Indonesia juga meningkat hingga lebih dari 2 kali lipat sejak 2017. Artinya, banyak orang yang sadar akan pentingnya kepedulian pada sesama.

Mungkin tebersit tanya, lalu apa yang kurang? Kita bisa memulai dengan berpikir lebih filantropis; mengurangi yang tidak perlu dan bertanggung jawab terhadap tindakan kita, sesimpel buang sampah pada tempatnya. Jadi, apa resolusi 2020-mu untuk mengurangi?

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(