07 08-20

5 Strategi Asik Ngobrol dengan Anak Kecil

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Program Kerja

Siapa yang tidak suka dengan anak-anak?

Bukannya tidak suka, mungkin, tapi tidak nyaman atau istilah kekiniannya ‘awkward’ berada dekat anak kecil. Tidak tahu harus bersikap seperti apa. Nah, kali ini Kapiler akan berbagi tips supaya kakak-kakak bisa ngobrol asik sama anak kecil, walaupun belum punya anak sendiri.

  1. Jangan berusaha terlalu keras

Coba pikirkan orang dewasa lainnya yang biasa menjadi ‘paman/tante favorit’ dan apa yang menjadi karakter mereka. Sebagian mereka adalah orang yang secara alami ceria, ramai berbicara. Tapi apakah semuanya begitu? Jangan berkecil hati karena merasa diri terlalu ‘pendiam’ atau kalem untuk bisa dekat dengan anak-anak.

Jangan berusaha jadi orang lain selain diri kita sendiri. Anak-anak suka orang yang ramah, tapi bukan berarti seorang yang biasanya kalem mendadak harus bertingkah super heboh. Justru ketika orang dewasa bersikap berlebihan sehingga merasa tidak nyaman, anak akan bisa merasakannya. Mulai dari hal mendasar. Tanyakan nama mereka. Perkenalkan diri juga dengan menyebut nama kita (bagian ini kadang terlupakan).

  1. Hindari Pertanyaan Terlalu Basa-Basi

Walaupun memiliki maksud baik, tapi pertanyaan-pertanyaan semacam:

“Bagaimana tadi di sekolah?”

Dapat membuat anak tidak tertarik mengobrol lebih lanjut, karena yang ditanya pergi ke sekolah selama 5 hari dari pagi sampai sore. Kemungkinan besar jawaban yang didapat hanya berupa komentar standar ‘Biasa aja.’

  1. Berbicara Seperti Biasa

Berusaha berkomunikasi dengan bahasa sederhana agar mudah dimengerti itu hal yang bagus, bahkan penting, tapi tidak perlu berbicara dengan suara bayi, contohnya, ketika yang sedang dihadapi sudah bukan bayi. Anak yang sudah lebih besar bisa jadi menganggap orang dewasa yang dihadapi sedang bercanda atau meledeknya.

  1. Biarkan Diri Terlibat dalam Cerita

Di sisi lain, pikiran anak-anak masih terbatas, sepintar apapun mereka kelihatannya. Imajinasinya masih tinggi. Kadang ketika menceritakan sesuatu yang bercampur-campur antara pengalaman dan khayalan mereka. Jika ini terjadi, jangan buru-buru mengatakan ‘Ah, itu nggak mungkin,’ atau ‘Masa, sih?’ atau menertawakan mereka.

 Kita bisa membiarkan si anak bercerita dan saat ceritanya tidak bisa dimengerti, cukup tanya, ’Apa yang terjadi? Terus gimana?’ Aanak akan merasa diapresiasi dan nyaman sehingga orang dewasa yang bicara juga bisa lebih rileks.

 Ingat, jika kamu sebagai orang dewasa tidak suka kalau ada yang menertawai di saat sedang berbicara serius, begitu pula anak-anak. Apa yang kita sangka bercanda bisa jadi menurut mereka hal yang serius dan penting, jadi perhatikan situasi sebelum menanggapi. Terutama kalau si anak sudah lebih besar, semisal usianya sudah di atas 5 tahun.

 Baca Juga:  Tips Kerja Relawan Bersama Anak Panti Asuhan 

  1. Pelajari Permainan Anak- Anak

Sebelum pergi ke acara yang akan ramai dengan anak-anak, misalnya pesta ulang tahun anak sepupu atau teman, tidak ada salahnya kamu melakukan sedikit riset di internet (bisa juga mengobrol dengan orangtua yang anaknya masih kecil) apa kesukaan mereka sekarang ini. Permainan atau topik apa yang sedang ngetren di kelompok usia itu sehingga ada bahan pembicaraan dan ide permainan yang seru.

Selain belajar menjadi kakak atau paman/tante yang baik, kamu juga bisa menyebarkan kebaikan dengan membantu anak-anak panti asuhan menggapai mimpi melalui program Beasiswa Anak Hebat. Mari berperan!

 

Khonza Hanifa/Kapilerindonesia

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(