25 06-21

Mewujudkan Pendidikan Anak Asuh Panti Daarul Ma'wa

avatar

Oleh   Development

Kategori   Program Panti Kebutuhan Sejarah Panti

Sesuatu hal yang besar itu berawal dari langkah kecil yang kita lakukan, seperti halnya yang tergambar dari perjalanan Yayasan Daarul Ma'wa dalam memperjuangkan mimpi besar anak asuhnya untuk bisa terus bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak.

SEJARAH PANTI

Panti Daarul Ma'wa merupakan salah satu panti yang berada di Kota Depok, lokasi tepatnya di Jl. Agung Ujung No.1, Abadijaya, Sukmajaya, Kota Depok. Panti yang bernaung dibawah Yayasan Daarul Ma'wa ini didirikan sebagai bentuk kepedulian masyarakat setempat terhadap kewajiban memuliakan anak yatim.

Kurangnya kesempatan yang dimiliki anak yatim inilah yang kiranya coba diisi dengan hadirnya panti ini. Berawal dari program donasi rutin Masjid untuk anak yatim di setiap bulan Muharam, akhirnya terus berlanjut hingga terbentuklah sebuah Yayasan bernama Daarul Ma'wa di tahun 2015.

Masyarakat setempat menyadari bahwa donasi dan program yang diberikan kepada anak-anak ini tidak cukup hanya sebatas di bulan muharam saja, yang mana berarti hanya satu tahun sekali. Sehingga masyarakat menginginkan untuk adanya program pemberdayaan yang berkelanjutan untuk anak-anak yatim di sekitarnya. Akhirnya para tokoh masyarakat membentuklah Yayasan Daarul Ma'wa yang saat ini usianya sudah 6 tahun dari sejak awal berdiri. 

ANAK BINAAN

Panti Daarul Ma'wa ini merupakan panti NPSAA (Non Panti Sosial Asuhan Anak), yang mana berarti anak-anak yang dinaungi oleh Panti ini masih tinggal dengan keluarganya masing-masing. Anak yang dinaungi oleh panti ini adalah anak-anak yatim/piatu dan dhuafa yang tinggal di sekitar panti. Saat ini jumlahnya ada sekitar 38 anak yang terdiri dari:

- 21 perempuan dan
- 17 laki-laki.

Maka dari itu, saat ini Panti Daarul Ma'wa telah menaungi 28 KK (kepala Keluarga) yang berlatar keluarga yatim/piatu & dhuafa.

LATAR ORANG TUA ANAK BINAAN

Sebagian besar latar orangtua anak yang dibina oleh Panti Daarul Ma'wa, rata-ratanya bermata pencaharian sebagai ART (Asisten Rumah Tangga) dan buruh cuci. Maka melihat kondisi tersebut, banyak orangtua mereka tidak mampu untuk menyekolahkan anak-anaknya karena sehari-hari mereka masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Hal inilah yang mempengaruhi pola pikir orangtua mereka, sehingga kurang memprioritaskan pendidikan anak-anaknya. Karena yang paling utama bagi mereka adalah seluruh anggota keluarganya bisa makan. Berangkat dari latar kondisi masyarakat tersebut, membuat pengurus Panti Daarul Ma'wa memfokuskan programnya pada pendidikan anak, baik itu pendidikan formal maupun non formal paling khususnya pendidikan agama.

PROGRAM PENDIDIKAN PANTI

Kegiatan pendidikan keagamaan yang biasa dilakukan di Panti Daarul Ma'wa biasa dimulai dari pukul 4 sore hingga 9 malam. Dengan dibagi dalam 4 kelas, mulai dari kelas untuk anak usia TK yaitu setelah ashar, kemudian kelas anak usia SD, dilanjut kelas anak usia SMP setelah magrib, hingga kelas anak usia SMA setelah solat isya.

Materi yang diajarkan di panti ini seperti belajar membaca Al-Qur’an, Fiqih, Akidah Ahlaq dan kajian-kajian keagamaan. Para pengurus pun sudah menyusun kurikulum yang matang di setiap jenjangnya, karena para pengurus menyadari bahwa mengajarkan agama sejak dini adalah suatu hal yang penting agar anak punya pegangan dalam menjalani hidupnya.

Selain fokus ke Pendidikan kegamaan para pengurus Panti Daarul Ma'wa juga menaruh perhatian pada pentingnya membekali anak-anak yatim piatu naungannya (berusia remaja) sebuah soft skill untuk bekal mereka agar mempunyai keahlian kedepannya.

“Terlebih lagi di masa pandemi ini anak-anak lebih banyak diam di rumah karena school form home, maka kita selaku pengurus membuat program life skill ini untuk mengisi waktu luang anak-anak dengan hal yang bermaanfaat” tutur Pak Hafizh selaku pengrus Yayasan Daarulmaawa.

Berangkat dari hal tersebut, akhirnya para pengurus membuat sebuah progam pemberdayaan potensi anak yang dinamakan dengan program “life skill”. Program ini dibagi menjadi sub-sub lagi yaitu:

- Program membuat pastel abon,
- Program membuat sabun cuci piring,
- Program membuat bubur susum biji salak.

Hasil dari karya anak-anak ini rencananya akan diperjualbelikan untuk membantu operasional program pendididkan Panti Daarul Ma'wa sehari-hari.

DUKUNGAN PENDIDIKAN

Selain mengajarkan pendidikan non formal secara langsung, hingga saat ini Panti Daarul Ma'wa masih terus berupaya membantu biaya SPP anak binaanya supaya mereka bisa tetap sekolah hingga tamat SMA/SMK. Pihak panti pun membantu biayai SPP anak-anaknya mulai dari SMP hingga SMA/SMK sedangkan untuk SD biaya sekolah masih gratis. Biasanya besaran biaya SPP yang dikeluarkan berkisar dari 75-100 ribu (SMP) sedangkan untuk yang SMA/SMK berkisar 175-300 ribu.

Biaya pendidikan yang dikeluarkan tidak hanya berasal dari dana pribadi pengurus, melainkan juga diperoleh dari berbagai donatur panti. Salah satunya adalah dari sejumlah kakak asuh Beasiswa Anak Hebat (BAH) Kapiler, yang sudah 2 tahun ini membantu 10 anak binaan Panti Daarul Ma’wa dan 4 diantaranya telah lulus SMK.

Maka dengan hadirnya program pendidikan dari Panti Daarul Ma'wa dan beasiswa seperti ini, harapannya dapat meringankan langkah adik-adik ini untuk terus berprestasi meraih cita-citanya. Mari ikut berperan mewujudkan pendidikan adik Panti di Indonesia, dengan cara mengunjungi link pendaftaran berikut: Daftar disini

Rachel/Kapiler Indonesia

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(